Impilara


Lalai.

Ditulis dalam Lara oleh Impilara di/pada Desember 19, 2008

Engkau bisa saja berpendapat bahwa hidupmu kini adalah segala-galanya. Tetapi suatu hari semua itu akan runtuh dan engkau seperti biasa akan meratap berharap mendapat tempat kembali. Maka yang kami sayangkan adalah bagaimana engkau dengan ringannya mengabaikan tempat ini. Rumahmu. Perlindunganmu.

Engkau bisa saja berdalih bahwa kesibukanmu kini adalah segala-galanya. Tetapi suatu hari semua jaring-jaring pengaman yang mulanya kau anggap kokoh itu akan terlepas satu-persatu, karena sejatinya mereka tak sungguh-sungguh ada untukmu, tak sungguh-sungguh tahu tentangmu, tak punya cukup alasan untuk berkorban untukmu. Maka yang kami sayangkan adalah bagaimana engkau dengan mudahnya menganggap semua itu takkan usai dan oleh karenanya kau biarkan dirimu terbuai.

Engkau lalai.

Suatu saat nanti engkau akan harus pulang lagi kepada kami di sini. Tidak bisa tidak. Sedalam apapun engkau terlupa hari ini. Sekeras apapun hatimu hari ini.

Pulang.

Engkau tak lagi sempat menyadari perubahan-perubahan pada hatimu karena hidupmu kini menuntutmu terus berlari. Namu setelah semua ini usai dan keruntuhan-keruntuhan memaksamu untuk mendalami jiwamu sekali lagi, engkau akan melihat apa yang tergambar jelas di hadapan kami detik ini:

Bahwa engkau, pada akhirnya, tak benar-benar tahu apa semua pengorbanan yang telah kau bayarkan, yang tengah kau perjuangkan, yang hari ini kau berharap senantiasa dapat bersandar kepadanya. Bahwa dalam ketergesaanmu, engkau tak lagi jujur memaknai apa yang telah kau pinggirkan demi apa-apa yang kau peroleh hari ini.

Sekarang atau nanti, kami tetap akan menjagamu. Masih dengan naungan yang sama. Masih dengan hangat yang sama. Maka semoga engkau tercerahkan. Karena dinding-dinding ini tak sekokoh yang kami kira. Karena badai yang menghantam lambat laun meretakkan dan menghempaskan.

Komentar Dimatikan