Pencerahan I
Hari ini aku mengerti bahwa
sedemikian mudahnya PengampunanMu itu
adalah caraMu untuk menunjukkan
seberapa besar KekuasaanMu,
bahwa Engkau sedemikian Perkasa
hingga tak ada ruginya bagiMu sama sekali
melupakan dan mengabaikan
semua dosa-dosa kami yang
mengenaliMu
dan menganggapMu tak sampai berkenan
mengampuniku adalah sama aku
merasa cukup perkasa seakan-akan
dapat mempengaruhi, menggoyahkan
KemurahhatianMu,
jadi
aku tak berani.
Pesan.
Ini yang ingin kukatakan padaku sendiri:
“Bajingan terkutuk itu ada agar engkau
melihat ke dalam dirimu sendiri, menakar dalam
apakah sudah sebenar-benarnya lurus jalanmu
sebagai manusia sehingga tak ada dosa lagi
bagimu memanggil orang lain ‘bajingan’.
Sampah keparat itu dihadirkan padamu agar engkau
mengambil nafas dalam-dalam dan menyadari bahwa
denyut jantung yang mendadak kau sadari keberadaannya
itu tidak akan berdetak selamanya, bahwa jatah
hidupmu kian berkurang kian lama kau mendengarnya.
Setan busuk itu muncul dalam hidupmu agar engkau
diam. Diam. Diam. Diam. Diam dan diam. Juga
dalam amuk gelapmu yang lepas kendali. Juga
dalam kehancuran yang menurut pandanganmu pantas dihadirkan,
dalam nyala amarahmu yang tak bisa padam.”
Dan ini yang akan kujawab padaku sendiri:
“Aku mendengarmu.
Aku ingin tunduk dan berserah.”
Lalu aku akan berpesan padaku sendiri:
“Setelah sanggup kaukalahkan dirimu sendiri,
dilimpahkan oleh Tuhan ke dalam genggamanmu
semesta ini.”
Singa.
Ketika datang tuntutan amarah yang
diwajibkan atasmu:
lepaskanlah singa di jiwamu.
Meraunglah
mencabiklah
menghantamlah
meleburlah
darah-darahmu
semburkanlah, dan
belulangmu
remukkanlah
Atas apa yang sepantasnya dibela
buang, jual,
biar lepas pergi nyawamu
Tunjukkan pada
mata-mata itu bahwa engkau
Supernova
demi semua yang kau percaya
demi semua yang kau pelihara.