Pesan.
Ini yang ingin kukatakan padaku sendiri:
“Bajingan terkutuk itu ada agar engkau
melihat ke dalam dirimu sendiri, menakar dalam
apakah sudah sebenar-benarnya lurus jalanmu
sebagai manusia sehingga tak ada dosa lagi
bagimu memanggil orang lain ‘bajingan’.
Sampah keparat itu dihadirkan padamu agar engkau
mengambil nafas dalam-dalam dan menyadari bahwa
denyut jantung yang mendadak kau sadari keberadaannya
itu tidak akan berdetak selamanya, bahwa jatah
hidupmu kian berkurang kian lama kau mendengarnya.
Setan busuk itu muncul dalam hidupmu agar engkau
diam. Diam. Diam. Diam. Diam dan diam. Juga
dalam amuk gelapmu yang lepas kendali. Juga
dalam kehancuran yang menurut pandanganmu pantas dihadirkan,
dalam nyala amarahmu yang tak bisa padam.”
Dan ini yang akan kujawab padaku sendiri:
“Aku mendengarmu.
Aku ingin tunduk dan berserah.”
Lalu aku akan berpesan padaku sendiri:
“Setelah sanggup kaukalahkan dirimu sendiri,
dilimpahkan oleh Tuhan ke dalam genggamanmu
semesta ini.”