Aku Bersaksi Aku.
Aku bersaksi bahwasanya aku
bukan seorang muslim yang benar, karena
Ramadhan datang bertamu dan aku tidak
menjamunya sebagaimana
sepatutnya ia dijamu:
dengan hormat dan cinta.
Aku bersaksi bahwasanya aku
telah gagal dan kehilangan Laliatul Qadar, malah
sejujur-jujurnya di hatiku sama sekali
tidak terasa nilai dan harganya sebesar apa,
sebanyak apa, semulia apa,
sementara aku dengan sombongnya berprasangka
bahwa solatku dan puasaku dan sedekahku
yang remeh dan tidak seberapa
akan sanggup memberiku lebih dari
apa yang bisa diberikan
malam seribu bulan.
Dan aku sungguh-sungguh bersaksi bahwa
“Untuk apa mudaku sebelum waktu tuaku?” Lalai.
“Untuk apa sehatku sebelum sakitku?” Lalai.
“Untuk apa kekayaanku sebelum masa kefakiranku?” Lalai.
“Untuk apa luangku sebelum datang kesibukanku?” Lalai.
“Untuk apa hidup sebelum waktu ajalku?” Lalai.
Dan aku bersaksi bahwa
saat ini juga aku
memohon
ampun.